Museum Gunung Api Merapi

Diposkan oleh kaka dika on Monday, January 14, 2013


Sebuah kemegahan yang terpampang di lereng merapi tepatnya Desa Harjobinangun, Pakem Sleman menyimpan banyak kisah tentang merapi dan peristiwanya. Bangungan tersebut adalah Museum Gunung Api Merapi (MGM) yang diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro pada 1 Oktober 2009. Museum Gunung Api Merapi (MGM) sebagai wahana baru dalam pengembangan ilmu kegunungapian skala nasional dan dunia serta mitigasi bencana. Dengan visi dan harapan itulah Museum Gunung Api Merapi ini diperkenalkan dengan sebutan 'Merapi Jendela Bumi'.

Layaknya sebuah candi, Museum Gunung Api Merapi juga memiliki undak, kaki, badan, dan kepala. Menurut filosofi Hindu, bagian kepala berbentuk kerucut dianalogikan sebagai gunungapi yang merupakan sumber kehidupan masyarakat sekitarnya. Sementara pada dinding lobby dipenuhi dengan relief yang menggambarkan kehidupan gunung api dan manusia. Pada bagian tengah lobby tersaji sebuah maket gunung api berskala besar lengkap dengan uap. Sedangakan pada dinding kanan lobby terdapat proses pembuatan museum yang dimulai dari penandatanganan MoU, proses pembangunan, dan akan segera dilengkapi dengan momentum peresmian museum. Selain area lobby, Museum Gunungapi Merapi dilengkapi dengan ruangan-ruangan yang mengambil tema Volcano World, On The Merapi Volcano Trail, Manusia dan Gunungapi, Bencana Gempabumi dan Tsunami, Bencana Gerakan Tanah, Diorama, Peralatan Survey, Extra-terrestrial Volcano, Film Show, dan fasilitas penunjang lainnya.

Rencanaya, museum ini nantinya juga akan kembangkan sebagai tempat wisata yang representatif dengan cara melengkapinya dengan taman, area parkir, dan plasa sebagai sarana dan fasilitas bagi pengunjung museum. Belum cukup, koleksi pribadi Mbah Maridjan seperti buku tamu dipamerkan pula. Di dalam kotak kaca, buku ini jadi bukti betapa populernya juru kunci Merapi yang akhirnya meninggal akibat awan panas karena menolak mengungsi, Oktober lalu.
Di ruangan lain, keberadaan Merapi dikupas tuntas. Di sini, pertumbuhan kubah dari tahun ke tahun dan letusan dari masa ke masa tergambarkan. Letusan Merapi yang memberikan dampak besar pertama kali tercatat pada 1786, yang secara berkala terus batuk memuntahkan benda-benda vulkanis. Termasuk bebatuan pijar yang bisa terlontar sampai beberapa kilometer ke langit. Salah satu batu pijar atau batu bom yang dipamerkan di museum berdiameter 65 mm lebih.

Museum Gunungapi Merapi bukan sekadar ajang pamer kegarangan Merapi. Ia juga merupakan sebuah wahana pembelajaran bagi siapa saja yang ingin mengetahui tentang ilmu kebumian, terutama yang berkaitan dengan gunung api.


{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment