Museum Jamu Nyonya Meneer

Diposkan oleh kaka dika on Wednesday, February 6, 2013



Museum Jamu Nyonya Meneer merupakan satu museum jamu yang pertama di Indonesia. Museum jamu ini didirikan pada 18 Januari 1984. Tujuan dari didirikannya museum jamu ini yaitu sebagai cagar budaya untuk melestarikan warisan budaya leluhur sehingga dapat menjadi media edukasi serta rekreasi untuk generasi muda.

Jamu merupakan obat tradisional asli Indonesia. Minuman yang terbuat dari bahan-bahan alami berupa tumbuhan, akar, daun dan buah-buahan ini memiliki khasiat yang mampu mengobati berbagai macam penyakit.

Salah satu jamu yang terkenal di Indonesia adalah jamu cap Nyonya Meneer. Sebuah jamu tradisional yang pada awal mulanya merupakan jamu hasil racikan seorang wanita yang bernama Menir. Lahir dari seorang ibu yang di masa kehamilannya merasakan ngidam sisa beras yang telah disaring atau orang Jawa lebih mengenalnya dengan sebutan menir.

Dari ngidam sisa beras inilah sang ibu memberikan nama untuk anaknya Menir. Lahir di kota Sidoarjo, Jawa Timur, pada tahun 1893, menir adalah seorang anak yang terlahir pada saat kolonial Belanda masih berkuasa. Nama yang semula Menir kemudian berubah menjadi Meneer karena pelafalan para orang-orang Belanda yang sering memanggilnya Meneer.

Meneer yang menikah disaat usianya masih belia yakni 17 tahun pindah ke Ibukota Jawa tengah bersama suaminya yang berasal dari Semarang. Pernikahan mereka berjalan normal layaknya pasangan pada umumnya. Suatu ketika sang suami mengalami sakit keras, berbagai dokter didatangkan untuk menyembuhkan penyakit suaminya, namun tidak ada satu pun yang berhasil. Meneer yang panik berinisiatif membuat racikan jamu yang diperolehnya turun temurun dari keluarganya.
 

Dengan penuh kesabaran, Meneer mencoba memadukan tumbuhan, akar dan tumbuh-tumbuhan untuk dijadikan jamu dan diberikan kepada sang suami. Harapan yang dinantikan pun terbukti, perlahan kesehatan sang suami mulai berangsur pulih dan sehat kembali.

Mendengar kabar jamu yang dibuat Meneer mempunyai khasiat menyembuhkan suaminya, para tetangga pun penasaran ingin mencoba keampuhan jamu racikan Nyonya Meneer. Pada awalnya, Nyonya Meneer mampu melayani permintaan orang terdekat dan para tetangganya. Namun ketika permintaan semakin banyak, Nyonya Meneer merasa tidak sanggup melayani banyaknya permintaan jamu hasil racikannya.

Kemudian dibuatlah jamu yang dikemas ke dalam bungkus plastik. Rencana ini awalnya tidak berjalan mulus, dikarenakan orang-orang menginginkan jamu langsung dari Nyonya Meneer sendiri. Lalu munculah ide yang digagas sendiri oleh nyonya Meneer, dengan menampilkan wajahnya pada kemasan jamu. Ide ini ternyata terbukti berhasil dan masyarakat disana dapat menerima jamu kemasan dengan cap foto Nyonya Meneer.
 

Jamu Nyonya Meneer telah menjadi sebuah legenda yang tetap hidup walaupun tanpa adanya sosok dari sang pemilik nama. Pabrik jamu Nyonya Meneer yang berada di Semarang mampu memproduksi berbagai jamu dengan khasiat mengobati berbagai macam penyakit. Tidak hanya terkenal di Indonesia, Jamu Nyonya Meneer mampu menembus pasar internasional. Negara seperti Malaysia, Singapura hingga Australia telah merasakan khasiat jamu kebanggaan Indonesia ini.

Napak tilas sejarah pembuatan jamu ini juga dapat dilihat di Museum Jamu Nyonya Meneer yang berada satu kawasan dengan pabrik jamu Nyonya Meneer. Di Museum Jamu Nyonya Meneer, Anda bisa melihat bagaimana proses pembuatan jamu dalam diorama yang tersedia di museum ini.

Profil dan sejarah berdirinya jamu Nyonya Meneer menghiasi salah satu pojok museum ini. Lumpang dan alu yang merupakan alat untuk menumbuk jamu nyonya Meneer adalah bagian benda koleksi yang ada di Museum jamu Nyonya Meneer. Botekan (laci untuk menyimpan resep), dacin (alat timbang tradisional) aneka rupa simplisia (tanaman kering yang siap diracik menjadi jamu), hingga berbagai macam tumbuh-tumbuhan obat dapat Anda lihat di museum ini.

Menikmati sejarah perkembangan jamu nyonya Meneer sungguh menyenangkan. Anda akan terbawa suasana yang nyaman ditemani seduhan jamu yang di berikan pengelola Museum Nyonya Meneer. Usai mengunjungi museum, Anda juga akan diberikan suvenir berupa jamu yang bisa Anda bawa pulang
 

Museum Jamu Nyonya Meneer ini terbagi menjadi dua bagian, pertama bagian yang menyajikan produktivitas jamu, menyangkut produktivitas secara tradisional, termasuk beberapa patung yang menggambarkan produksi jamu dikala itu, serta bagian yang menyajikan barang koleksi pribadi Nyonya Meneer itu sendiri. Bangunan museum Nyonya Meneer ini menganut gaya rumah jawa. Aksen terasa sekali ketika kita berada di dalam museum.


Museum Nyonya Meneer menempati ruang seluas 150 m yang menyimpan berbagai koleksi benda budaya tentang jamu serta koleksi pribadi Nyonya Meneer yang berupa foto-foto dan sejarah cara pembuatan jamu dengan menggunakan alat-alat tradisional (lumpang dan alu, pepesan, cuwo, panel dan bothekan/tempat menyimpan resep asli ramuan jamu).

Aksen terasa sekali ketika kita berada di dalam museum. Sekilas, Anda akan membayangkan suasana pendopo seperti di keraton. Aksen kayu banyak ditemui di setiap sudut ruangan, begitupun dengan perabot seperti lemari, meja, dan lain sebagainya.

Keterangan:

Museum Jamu Nyonya Meneer ini buka setiap hari Senin – Jumat, pukul 10.00-15.30 WIB. Tiket masuk ke museum ini gratis, alias tidak dikenakan biaya apa pun. Museum dengan interior tradisional ini terbagi dalam 2 bagian, yaitu barang koleksi pribadi Nyonya Meneer dan replika peracikan serta pembuatan jamu secara tradisional.

Museum Jamu Nyonya Meneer Semarang (Terbuka Untuk Umum).
Alamat: Jl. Raya Kaligawe km 4 Semarang, Indonesia
Nomor telepon: (024) – 6582529
Email: nymeneer@nyonyameneer.com
Website: www.nyonyameneer.com/english/profile-museum.php
Koordinat GPS: S6°57’26.2″ E110°27’15.3″
Catatan: Kunjungan dengan jumlah lebih dari 25 orang harap menghubungi pengelola museum satu minggu sebelum tanggal kunjungan.

Galeri Foto:




{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment