Museum Nasional Gajah Di Indonesia

Diposkan oleh kaka dika on Saturday, February 23, 2013

 
Taman Nasional gajah atau museum gajah dibangun  tahun 1862 yang terletak di jakarta pusat,tepatnya dijalan merdeka barat.
 oleh Pemerintah Belanda pada masa pemerintahan Gubernur Jendral JCM Radermacher sebagai dengan tujua n untuk riset ilmiah di Hindia Belanda. Museum ini diresmikan tahun 1868, secara institusi awal mula Museum ini lahir pada tahun 1778, lebih tepatnya pada tanggal 24 April,  saat pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen oleh pemerintah Belanda. Radermacher menyumbangkan sebuah gedung  bertempat di Jalan Kalibesar  dengan isi koleksi buku  buku dan benda  budaya yang menjadi dasar  pendirian museum ini. Museum ini dikenal dengan Museum nasional indonesia.

Nama Taman Nasional gajah  yang sebelumnya bernama Museum Nasional indonesia,  dikenal  sejak adanya patung gajah perunggu yang dihadiahkan oleh Raja Thailand Chulalongkorn  pada tahun 1871.Akan tetapi pada  tanggal 28 Mei 1979, nama resmi  Taman Nasional gajah  menjadi Museum Nasional Republik Indonesia. Setelah sebelumnya dikelola oleh Lembaga Kebudayaan Indonesia akhirnya Pada tanggal  17 September 1962, Museum ini diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia. Maka sejak saat  itu museum Nasional Republik Indonesia resmi dikelola oleh Direktorat Jendral Sejarah dan Arkeologi, di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan pada tahun 2005, Museum Nasional Indonesia berada dikelola oleh  Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.
 

Museum Nasional, salah satu dari beberapa museum yang dikelola pemerintah, termasuk museum yang tertua di Indonesia, bahkan juga di seluruh kawasan Asia Tenggara. Museum Nasional lebih juga dikenal dengan Museum Gajah. Hal ini ditandai dengan adanya patung gajah pemberian Raja Thailand kepada Presiden Soekarno yang dipasang dihalaman depan museum. Dan layaknya seperti museum-museum lainnya di tanah air, Museum Nasional boleh dibilang sepi dari pengunjung. Hanya beberapa nama pengunjung dan wisatawan asing tampak tercantum tak lebih dari sepuluh baris di buku tamu saat itu. Padahal saat itu ada even khusus berupa pameran benda-benda yang berkaitan erat dengan perjuangan Jenderal Sudirman, namun masih tetap saja minim pengunjung.

 Museum Nasional Indonesia kebanyakan mengkoleksi benda kuno yang berasal dari  seluruh Nusantara. Mulai dari koleksi prasasti, arca-arca kuno, serta benda kuno lainnya selain itu juga ada barang-barang kerajinan . Benda benda tersebut dikategorikan ke dalam beberapa kategori meliputi :

   1. Koleksi Sejarah adalah koleksi berupa benda benda yang mengandung unsur dan nilai sejarah Indonesia serta benda  peninggalan dari masa pendudukan bangsa Eropa di Indonesia. Koleksi Sejarah ini meliputi benda perabot, keramik, meriam, gelas, gerabah, lampu hias, prasasti dan lain sebagainnya.
   2. Koleksi Geografi  yang ada di museum gajah adalah fosil toxaster dan fosil amonit yang sudah berumur sekitar 75 - 135 juta tahun, kemudian koleksi batuan berupa  batuan sedimen, dan metamorf. Ada juga peta tentang aneka kebudayaan bangsa Indonesia, juga peta dunia pada abad  15 - 17 Masehi dan peta Indonesia abad 16 Masehi, ada pula koleksi berbagai alat alat navigasi seperti kronometer, sextan, kompas, miniatur kapal( kapal Phinisi, Nade, Lete ) dan banyak lagi.
   3. Koleksi Prasejarah yang ada di Museum Nasional gajah  meliputi Berbagai jenis replika tengkorak manusia purba, mesolitik, neolitik, artefak paleolitik dan artefak logam atau paleometalik dan juga.
   4. Koleksi Numismatik dan keramik terdiri dari benda-benda seperti koin, uang kertas dan token yang pernah beredar, cap/setempel, dan amulet.
   5. Koleksi etnografi Museum Nasional menyajikan benda-benda atau hasil budaya dari suku-suku bangsa di seluruh Indonesia seperti ruang miniatur rumah adat, ruang tekstil, dan ruang khasanah emas etnografi.
   6. Koleksi Arkeologi di Museum Nasional terdiri dari arca Hindu Buddha, arca binatang, perhiasan, peralatan upacara, bagian bangunan, mata uang, prasasti, dan lain-lain. Koleksi  tersebut terbuat dari emas, perak, perunggu, batu, serta  tanah liat yang dibakar.

Jam Buka Museum
Selasa-Kamis: 08:30-14:30 WIBB                    
Jumat: 08:30-11:30 WIBB                         
Sabtu: 08:30-13:30 WIBB                        
Minggu: 08:30-14:30  WIBB
Tutup pada hari Senin dan hari libur Nasional/keagamaan  

Tiket
    Perorangan
    Dewasa: Rp 5.000,-
    Anak-anak: Rp 2.000,-
    Pengunjung rombongan (min. 20 orang)
    Dewasa: Rp 3.000,-
    Anak-anak (TK-SMA): Rp 1.000,
    Pengunjung Asing (Wisatawan Mancanegara): Rp 10.000.

Berikut adalah gambar-gambar Klenteng Sam Poo Kong - Semarang, klik saja gambarnya untuk memperbesar.


 

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment