Goa Jatijajar Kebumen

Diposkan oleh kaka dika on Friday, March 1, 2013



Gua Jatijajar adalah tempat wisata berupa gua alam yang terletak di Desa Jatijajar, Kebumen. Gua Jatijajar mempunyai panjang dari pintu masuk ke pintu keluar sepanjang 250 meter. Lebar rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata 12 meter sedangkan ketebalan langit-langit rata-rata 10 meter, dan ketingian dari permukaan laut 50 meter, yang menarik dari gua Jatijajar ialah, mitosnya. Gua ini konon gua ini menggambarkan legenda Lutung Kasarung.Namun bila kita kesini, kita tidak hanya bisa mengunjungi Gua Jatijajar saja, karena disini terdapat gua-gua lain. Misalnya, Gua Inmpat dan Gua Dapok.

Goa Jatijajar merupakan sebuah gua yang terbentuk selama ribuan tahun di kaki pegunungan kapur. Panjang goa adalah 250 meter. Di area Goa Jatijajar ini juga terdapat beberapa goa lainnya, seperti Goa Intan dan Goa Dempok serta tersedia taman dan Pulau Kera. Stalagtit yang terdapat di dalam Goa Dempok terbentuk secara alami selama ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Hingga kini masih terjaga keasliannya. Goa Intan berada satu lokasi dengan obyek wisata Goa Jatijajar. Goa ini memiliki keunikan tersendiri dengan langit goa yang relatif tidak terlalu tinggi. Pegunungan kapur ini memanjang dari utara dan ujungnya di selatan menjorok ke laut berupa sebuah tanjung. Berjarak sekitar 42 kilometer ke arah barat dari Kota Kebumen atau 21 kilomater ke arah selatan dari Gombong.

Bila kita ingin ke Gua Jatijajar kita bisa langsung ke arah Kebumen, karena gua ini hanya berjarak 42km  kearah barat dari kota Kebumen atau dengan alternatif lain bisa dari arah Gombong, karena dari Gombong hanya 21 km dari arah selatan kota Gombong.

Obyek wisata Goa Jatijajar dilengkapi taman yang asri yang dilengkapi dengan taman bermain. Taman ini diberi nama Pulau Kera, karena di taman ini terdapat banyak patung kera. Di gerbang mulut Goa Jatijajar, terdapat lobang di antara stalagnit, sehingga bila cahaya matahari masuk terlihat sangat indah. Goa Jatijajar merupakan bukti dari legenda Kamandaka (Lutung Kasarung), di mana kisah ini secara tersirat dikisahkan melalui patung-patung yang ada di dalam Goa Jatijajar.

Di dalam Goa Jatijajar banyak terdapat Stalagmit dan juga Pilar atau Tiang Kapur, yaitu pertemuan antara Stalagtit dengan Stalagmit. Kesemuanya ini terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan batu-batu kapur yang ditembusnya. Menurut penelitian para ahli, untuk pembentukan Stalagtit itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam satu tahun terbentuknya Stalagtit paling tebal hanya setebal 1 (satu) cm saja. Oleh sebab itu Goa Jatijajar merupakan Goa Kapur yang sudah tua sekali.

Foto Galeri:

 

{ 1 komentar... read them below or add one }

Post a Comment