Museum Aceh

Diposkan oleh vera Dika on Monday, November 5, 2012

A. MUSEUM ACEH



Museum Aceh merupakan salah satu dari 18 museum terpenting di Indonesia karena memiliki koleksi yang langka dan lengkap. Salah satunya adalah manuskrip literatur kuno hasil karya penulis ulama Nusantara dan Melayu kuno. Selain itu juga terdapat rumah adat Aceh (Rumoh Aceh). Sebagai pengetahuan, seluruh rumah adat aceh diharuskan menghadap ke barat (kiblat) sehingga pemilik rumah ataupun ada tamu yang datang berkunjung dapat dengan mudah menentukan arah kiblat dalam melaksanakan shalat.Museum Tsunami yang terletak di pusat Kota Banda Aceh merupakan gedung bersejarah yang menyerupai Kapal PLTD Apung, yang terhempas ke daratan saat musibah Tsunami melanda Aceh tahun 2004 silam. 
 Gedung mewah nan bersejarah ini sengaja di bangun sebagai monumen untuk mengenang musibah Tsunami yang pernah melanda Aceh. Gedung tsunami memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi oleh wisatawan. Penjaga Museum Tsunami, Husni mengatakan, selama libur lebaran Museum Tsunami baru hari ini dibuka, dan antusias masyarakat untuk berkunjung ke museum lebih meningkat dari hari biasanya. Museum Aceh terletak di Jalan Sultan Alaidin Mahmud Syah dapat dikunjungi oleh masyarakat umum pada hari senin sampai dengan hari kamis dibuka dari pukul 08.30 14.00 WIB, sedangkan pada hari Jumat dan Sabtu dibuka dari pukul 08.30-12.00 WIB, sedang pada hari Minggu dari pukul 08.30 - 16.00 WIB.

B. TUGU MUSEUM TSUNAMI ACEH


Museum Tsunami Aceh adalah museum yang didirikan di Banda Aceh, Indonesia, untuk mengenang gempa bumi Samudra Hindia 2004 serta menjadi pusat pendidikan dan tempat perlindungan dari tsunami. Museum ini didesain oleh arsitek Indonesia Ridwan Kamil Museum Tsunami Aceh menampilkan simulasi elektronik gempa bumi Samudra Hindia 2004, foto-foto korban dan kisah dari korban selamat.Menurut Direkur Museum, Dirjen Sepur, Depbudar, Intan, bentuk bangunan dan konsep Museum Tsunami Aceh ini sudah sangat bagus dan spesifik sekaligus menambah keberagaman museum yang sudah ada. “Permasalahannya tinggal siapa yang menjadi penyelenggara museum ini. Apakah pemkot atau swasta. Idealnya diisi oleh para tenaga ahli bidang permuseuman. Harus dibuat struktur organisasi yang jelas. Jika memang diserahkan ke swasta, persyaratannya harus punya pendanaan yang tetap agar tidak terbengkalai kelak,” imbuhnya.
Di samping obyek-obyek di atas. Dalam waktu dekat, Anda juga bisa menikmati Monumen Tsunami yang berada di di pinggir Jalan Banda Aceh-Meulaboh (Aceh Barat). Monumen yang di bangun di atas lahan seluas 7,8 hektar di bibir pantai yang telah rata diterjang tsunami itu juga akan dilengkapi bermacam fasilitas publik, seperti tugu tsunami, mushala, kantor, dinding relief, ruang audio visual, areal parkir, dan toko souvenir. Melihat banyaknya obyek baru pasca tsunami guna mengenang bencana alam maha dahsyat itu, wajar kalau Banda Aceh kini menyandang gelar sebagai Tsunami Memorial City.

C.TAMAN SARI  BANDA ACEH


Taman Sari Banda Aceh berada tepat di depan kantor walikota Banda Aceh atau berada langsung disebelah kiri Masjid Baiturrahman Banda Aceh. Letaknya yang strategis sebagai ruang hijau dengan luas 300 meter persegi, menjadikannya sebagai taman multi fungsi, yaitu sebagai tempat rekreasi dan juga merupakan simbol dari pembaruan dan harapan. Setelah tsunami melanda Aceh pada 24 Desember 2004, Taman Sari menjadi kolam penampungan air laut. Kemudian taman ini direnovasi dan dibuka kembali atas bantuan dana yang diberikan oleh negara asing melalui lembaga kemanusiaan yang masuk ke Aceh. Program pertama yang dilakukan dengan membersihkan sampah dan lumpur tsunami yang mengenangi areal taman. Setelah areal taman dibersihkan, komponen ruang taman mulai direkonstruksi kembali ke tempatnya semula. Areal taman juga diperluas dengan menambahkan bangunan serba guna yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pameran, ruang pertemuan serta dilengkapi dengan sarana bermain anak, mushala, dapur, serta toilet umum.

Sumber : Segala Sumber

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment