Pulau Riau

Diposkan oleh vera Dika on Wednesday, November 14, 2012

Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. Provinsi Kepulauan Riau berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja di sebelah utara; Malaysia dan provinsi Kalimantan Barat di timur; provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di selatan; Negara Singapura, Malaysia dan provinsi Riau di sebelah barat.

Secara keseluruhan wilayah Kepulauan Riau terdiri dari 4 kabupaten dan 2 kota, 47 kecamatan serta 274 kelurahan/desa dengan jumlah 2.408 pulau besar dan kecil yang 30% belum bernama dan berpenduduk. Adapun luas wilayahnya sebesar 252.601 km², sekitar 95% merupakan lautan dan hanya sekitar 5% daratan.
A. Pulau Batam
 


Menurut sejarah, pengembangan Pulau Batam dapat dilihat pada tiga periode yang berbeda yakni periode masa lampau, periode pendudukan kolonial dan periode globalisasi. Perkembangan pulau Batam awalnya berasal dari Pemerintahan Kesultanan yang sekarang telah berbaur dengan Republik Singapura dan kerajaan Malaysia yang terlebih dahulu menganut paham moderat.
Sejarah pulau Batam dapat ditelusuri ketika pertama kali Bangsa Mongolia dan Indo-Aryans pindah dan menetap di kerajaan Melayu sekitar tahun 1000 M atau sebelum kerajaan Islam Malaka dan Bintan muncul serta saat datangnya Pemerintahan Kolonial Eropa yang diprakarsai oleh bangsa Portugis, Belanda dan Inggris. Sejak tahun 1513 M, pulau Batam dan Singapura telahmenjadi bagian dari kesultanan Johor. Penduduk pulau Batam sendiri berasal dari orang Melayu atau yang lebih dikenal dengan orang Selat atau orang Laut. Mereka menempati wilayah tersebut sejak zaman kerajaan Temasek atau paling tidak dipenghujung tahun 1300 M (awal abad ke-14). Referensi lain menyebutkan, pulau Batam telah dihuni orang Laut sejak 231 M.
Ketika Singapura dinamai Temasek yang dikelilingi oleh perairan, wilayah ini telah dijadikan sebagai pusat perdagangan yang dikuasai oleh Temanggung Tempatan (pemimpin wilayah).

Beragam tempat yang menawarkan hiburan yaitu Nagoya, Nongsa, Hang Nadim, Batam Center,Kabil, Monumen Imra,Waterworld dll, penuh dengan hotel-hotel, restoran, Mall, bar, Bioskop, diskotik, music longue, shopping plaza dll. Nagoya adalah tempat yang penuh dengan kehidupan dan tumbuh sebagai jantung kota Batam. Disini mudah bagi turis untuk menemukan toko-toko yang menjual barang-barang bebas pajak.

Terbang ke Batam
Hang Nadim adalah airport paling besar dan modern di Indonesia, dan penerbangan domestik mendarat disini setiap hari. Nongsa penuh dengan resort dan lapangan golf. Kabil adalah pelabuhan air dalam dimana berbagai kapal dari berbagai Negara berlabuh . Disini speed boat bisa disewakan.

Kegiatan di Pulau Batam
Batam center adalah kota yang direncanakan sebagai penarik para turis dari berbagai tempat dengan budaya yang berbeda. Ada kuil budha yang indah terletak di tengah kota .

Orang-orang berdatangan untuk menikmati bermacam-macam kegiatan yang diadakan di Batam.Mereka menikmati Cable skiing, mengemudikan go cart, Para-sailing, memancing, jet ski, menunggang kuda, tennis, ultra light air craft, joy flight dll. Menyelam dan bermain golf adalah kegiatan favorit disini. Holiday In di Batam memiliki fasilitas olah raga air yang menakjubkan.

Makanan dan kehidupan Malam di Batam
Kehidupan malam sangat aktif di perkotaan. Diskotik dan bar mulai menggeliat seiring matahari terbenam. Tempat-tempat tersebut dipenuhi oleh banyak orang sampai larut malam. Batam sangat terkenal sebagai tempat berbelanja karena bebas pajak sehingga berbagai macam barang bisa dengan mudah ditemukan dan dibeli dari tempat ini. Ini adalah tempat yang paling disukai para pembelanja yang datang dari Indonesia.

Kenikmatan hidangan Batam sangat sulit dilupakan karena tempat ini terkenal akan makanan lautnya. Berbagai restoran menghidangkan menu special disana. Menu tersebut menawarkan bermacam-macam makanan laut Indonesia .

Setiap orang akan menikmati kunjungan di Batam disana ada sesuatu buat setiap orang. Bagi mereka yang mencintai olah raga petualangan ada banyak aktifitas yang bisa diikuti. Bagi mereka yang mencintai keindahan pemandangan alam bisa mengunjungi pantai-pantai yang indah. Para pecinta kuliner bisa menemukan restoran yang disukai. Para penggila belanja akan menemukan segala macam barang di plaza-plaza atau mall-mall.

sumber: http://www.asinah.net
B. Pulau Abang 


Keindahan bawah laut Pulau Abang di Kecamatan Galang Kota Batam tak kalah dibanding Bunaken atau Raja Ampat di wilayah timur Indonesia. Sayangnya, potensi yang besar tersebut belum dikelola secara profesional.

Wilayah Pulau Abang terdiri dari beberapa pulau kecil yang melingkupinya. Sebagian besar perairan di daerah itu termasuk taman konservasi terumbu karang.

Dijadikannya daerah tersebut sebagai daerah konservasi karena terdapat aneka ikan hias langka seperti teri hijau dan blue coral atau terumbu karang yang harus dilindungi untuk kepentingan ekosistem air laut. Oleh karena itu, warga lokal mengandalkan sektor pariwisata untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena mereka dilarang mengeksploitasi kekayaan alam di laut tersebut.


MONOGRAFI KELURAHAN PULAU ABANG
Berdasarkan data statistik Kota Batam, sampai dengan bulan Juli 2006 untuk wilayah Kecamatan Galang yang mempunyai 8 (delapan) Kelurahan memiliki jumlah penduduk yang dirinci per kelurahan sebagai berikut :
1. Kelurahan Pulau Abang sebanyak : 1.488 Jiwa (10.64%)
2. Kelurahan Karas sebanyak : 2.528 Jiwa (18.08%)
3. Kelurahan Sijantung sebanyak : 1. 643 Jiwa ( 11.75%)
4. Kelurahan Sembulang sebanyak : 1.819 Jiwa (13.00%)
5. Kelurahan Rempang Cate sebanyak : 2.528 Jiwa (18.08%)
6. Kelurahan Subang Mas sebanyak : 733 Jiwa ( 5.24%)
7. Kelurahan Galang Baru sebanyak : 2.537 Jiwa ( 18.14%)
8. Kelurahan Air Raja : 772 Jiwa (5.52%)


Sumber: id.wikipedia.or

C. Pulau Rangsang 


RANGSANG - Sejauh ini abrasi yang terus menggila di kawasan pesisiran Pulau Ransang belum mendapat perhatian khusus. Meskipun telah belasan mil daratan terkikis oleh terjangan ombak dari arah Selat Melaka, ternyata masih belum cukup alasan mendapatkan perhatian pemerintah pusat dalam penangananya.

Ancaman abrasi bukan hal yang baru lagi digugusan pulau terluar NKRI ini. Bahkan tidak sedikit kerugian yang dialami masyarakat dan negara saat ini jika di kalkulasikan dengan anggaran yang akan realisasikan kepada batu pemcah ombak.

Amukan gumpalan gelombang terus memecah di seluruh pesisiran Rangsang kondisi ini suatu hal yang luar biasa terjadi di daerah itu bahkan isu terbesar yang ada di kabupaten Kepulauan Meranti yang tidak tergubris oleh pemerintah provinsi Riau dan Pemerintah Pusat.

Seperti data yang disampaikan beberapa Kepala Desa di kawasan pesisiran rangsang beberapa waktu lalu, beberapa kilometer jalan jalan penghubung yang berada di kawasan pesisir tersebut amblas. Bahkan, puluhan rumah, ratusan hektar tanah perkebunan milik warga setempat ikut hanyut ke laut asin.

“Pada tahun 2005 lalu rumah rumah di kawasan desa Tanah Merah banyak yang amblas ke laut hingga sampai saat ini beberapa rumah juga ada yang amblas,” sebut Mahadi Kades Tanah Merah.

Selain itu, jalan jalan penghubung antar desa yang juga melintasi Desa Tanah Merah juga ikut amblas sekian kilometer panjangnya. Atas kondisi abrasi ini masyarakat dan pemerintah daerah sangat banyak dirugikan.

“Kondisi ini sangat memilukan hati masyrakat. Di mana harta benda dan perkebunan mereka telah sirna,” sebut Mahadi lagi.

Selanjutnya, kata Mahadi, isu daerah perbatasan saat ini menjadi isu yang paling hangat dibicarakan, termasuk keutuhan luas daratan daerah perbatasan. Di mana menjadi acuan batasan negara namun kondisinya tidak juga mencapai kepada penindakan.

Akibat abrasi ini saja negara sangat jelas jelas dirugikan dengan runtuhnya puluhan kilometer sejak dahulu akibat abrasi ini. Jika memang menjaga keutuhan NKRI dalam konteks kewilayahan negara maka pemerintah perlu mengantisipasi dengan melakukan pengamanan daerah perbatasan termasuk pulau pulau kecil yang sering di landa pengikisan air laut.

“Solusi dari abrasi ialah batu pemecah ombak berbahan dasar material batu geronjong, jika ini dianggarkan oleh pemerintah perealisasiannya maka masalah penciutan ‘dari abrasi’ luas wilayah tidak akan terjadi lagi,” katanya lagi.

Namun sayang ketakutan masyarakat dan kerugian pemerintah akan ancaman abrasi belum membuat suatu keputusan yang tepat sejauh ini. “Atas nama pemerintah desa saya harapkan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat memprioritaskan perealisasian perisai pantai ini,” tegas Mahadi berharap.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Tanjung Medang, Setu SH. Wilayahnya juga mengalami penderitaan yang sama dengan kawasan desa pesisir yang ada di pulau Rangsang. Abrasi bagi masyarakat sekitar bukan suatu hal yang baru lagi. Abrasi telah lama menggurita di kawasan tanjung medang, Sama halnya pula belasan rumah dan jalan jalan desa juga amblas ke laut. (sri)

Sumber: www.riautrust.com

D. Pulau Bintan 


Pulau Bintan adalah pulau yang terbesar digugusan Kepulauan Riau yang baru saja diresmikan dalam otonomi daerah sebagai provinsi pada tahun 2004, dengan Tanjung Pinang sebagai Ibu Kota provinsinya. Pulau Bintan ini terletak sekitar 50 mil sebelah selatan Singapore. Kegiatan ekonomi utama pulau Bintan, selain penambangan dan perdagangan antar pulau, tourism mungkin merupakan kontribusi yang terbesar bagi pendapatan daerah. Bagian utara pulau Bintan, yang dikenal dengan Lagoi, disediakan untuk para turis dalam maupun luar negri, khususnya bagi turis – turis Malaysia dan Singapore.

Daerah Lagoi ini ditata sangat baik dengan security yang maksimal, untuk memastikan keamanan bagi para turis. Penataan Lagoi ini seperti Nusa Dua di-Bali, dengan beberapa hotel berbintang 5, golf courses dan SPA. Mata uang yang diberlakukan dihotel-hotel berbintang adalah Dollars Singapore atau US Dollars. Meskipun pulau Bintan tidak memiliki bandara sendiri, namun akses masuk ke pulau Bintan dapat ditempuh melalui jalur udara dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Singapore, Kuala Lumpur Malaysia ataupun melalui jalur laut dari Pelabuhan Sri Bentan Pura, Stulang Laut Malaysia.

Diperkirakan sekitar lebih dari 5.000 orang yang secara langsung maupun tidak langsung bekerja di sektor pariwisata di-Lagoi. Mereka disediakan perkampungan, dormitory lengkap dengan pasar tradisional untuk keperluan sehari-hari. Ketentuan yang diberlakukanpun sangat ketat, yaitu: harga-harga dipasar tradisional perkampungan tersebut tidak diperbolehkan lebih tinggi dari pada harga-harga dipasar Tanjung Pinang. Perkampungan ini layaknya saebuah kota kecil saja. Bagi staff tingkat managerial, disediakan apartment yang berada dalam area yang lebih tertata dilingkungan yang berdekatan dengan tempat bekerja mereka masing-masing.

Pantai Trikora yang terletak dibagian timur pulau Bintan. Asal usul nama Trikora ternyata mempunyai dua versi: yang pertama dihubungkan dengan kata-kata “three corrals” konon yang diucapkan oleh pendatang asing pertama dipulau tersebut beberapa puluh tahun yang lalu. Versi lainnya yang lebih banyak dianut, nama Trikora tersebut dihubungkan dengan Tri Komando Rakyat sebuah “euphoria nasionalistic” yang dikumandangkan oleh Almarhum Presiden RI yang pertama Bung Karno, sehubungan dengan kampanye konfrontasi “Ganyang Malaysia” beberapa tahun yang lalu karena Kepulauan Riau menjadi daerah basis pertahanan laut terbesar pada saat itu.

Berbeda dengan Lagoi, pantai ini, dengan nama versi manapun yang dipilih, disediakan untuk para turis lokal yang sudah barang tentu tidak mendapatkan perlakuan seperti pantai Lagoi. Hal ini dapat dilihat, dari sepanjang jalan, dijumpai perkampungan rakyat dan nelayan, juga dari bentuk hotel-hotel dan sarana-prasarana yang lain, seperti restoran dan lain sebagainya.

Yang jelas, banyak suasana berlibur dan tempat yang menyenangkan di pulau Bintan ini\

Sumber: http://www.navigasi.net

E. Kepulauan Seribu

 .
Kepulauan Seribu merupakan gugusan kepulauan yang terletak di sebelah utara Jakarta, tepat berhadapan dengan teluk Jakarta. Namanya Kepulauan Seribu bukan berarti pulau-pulau di dalam gugusan kepualaun itu berjumlah seribu. Pulau itu sendiri berjumlah 158. Tidak semua pulau yang termasuk di dalam gugusan Kepulauan Seribu didiami manusia. Sebagaimana banyak pulau-pulau lainnya di Indonesia,  sebagian besar pulau di Kepulauan Seribu tidak berpenghuni. Gugusan Kepulauan Seribu memiliki potensi yang tidak kecil untuk pengembangan berbagai macam industri, antara lain pertambangan, perikanan serta yang paling utama ialah PARIWISATA.

Sumber: http://www.navigasi.net

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment