Museum Kereta Api Ambarawa

Diposkan oleh kaka dika on Monday, January 21, 2013

Lokomotif tua yang berfungsi sebagai ikon museum
Stasiun ini didirikan pada tahun 1873 selama pemerintahan kolonial Koningen Willem I. Sampai sekarang, beberapa ruangan dan perabot yang dulu sering digunakan selama masa tersebut, masih tampak terlihat terawat dengan baik. Anda bisa melihat bagian ruang tunggu yang masih lengkap dengan perabot meja kursi tempo dulu dan beberapa peralatan komunikasi dan kontrol jalur kereta api yang kesemuanya masih dalam kondisi baik. Sayangnya stasiun ini sudah tidak lagi berfungsi sebagai sarana transportasi umum, namun sebagai museum kereta api bisa menjadikannya lebih terawat.

Pada jaman kolonial, kereta api yang ada di stasiun ini digunakan sebagai sarana transportasi umum untuk melayani penumpang dan hasil pertanian di sekitar lokasi. Untuk melintasi area perbukitan, pada bagian tengah dari rel kereta api terdapat plat besi khusus untuk memudahkannya mendaki bukit.
Deretan lokomotif tua di halaman museum
Pada masa itu keberadaan kereta api jauh lebih populer dibandingkan kereta kuda, gerobak, atau mobil. Stasiun demi stasiun pun dibangun guna memudahkan perjalanan. Berhubung pada zaman Hindia Belanda kawasan Ambarawa merupakan daerah militer, The Netherlands Indische Spoorweg Maatscappij (Jawatan Kereta Api Belanda) membangun sebuah stasiun kereta api di Ambarawa dengan nama Stasiun Kereta Api Willem 1 supaya memudahkan mengangkut pasukan menuju Semarang. Pada tahun 1976, Stasiun Ambarawa dialihfungsikan menjadi Museum Kereta Api Ambarawa dengan koleksi utama berupa 21 loko uap yang diletakkan di tempat terbuka, menyebar di bawah rimbunnya pepohonan. Lokomotif berusia tua tersebut beberapa di antaranya mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Loko C28 buatan pabrik Jerman merupakan loko yang membantu pelarian Presiden Soekarno dari Jakarta ke Yogyakarta pada tahun 1946. Sedangkan loko D5106 pernah bertugas di jalur Hedjaz Railway dan mengangkut jemaah haji serta logistik tentara Turki.
Halaman menuju gedung museum kereta api yang berbentuk hanggar
Wisata kereta kuno ini tertata klasik bak ruang tamu Eropa. nuansa tempo dulu sangat di jaga, semua perabotan antik peninggalan jaman dulu tertata rapi dan bersih..
berada di Museum Kereta Api Ambarawa membuat kita merasa benar-benar kembali ke masa lalu.. :)

kita tidak hanya bisa menikmati peninggalan-peninggalan antik dalam stasiun ambarawa, tapi kita juga bisa menumpang lokomotif uap dan berkeliling sekitar ambarawa sambil menyaksikan panorama alam yang menakjubkan.. ya, ada dua lokomotif yang difungsikan sebagai kereta wisata.. salah satu kereta yang masih beroperasi adalah kereta lokomotif dengan nomor B2502, dengan bahan bakar kayu jati kering, kereta ini menarik gerbong 80 penumpang di jalur sepanjang kurang lebih 18 km.. jarak tersebut ditempuh dalam waktu selama 2 jam melintasi alam pedesaan, melalui kereta ini kita bisa menikmati pemandangan Rawa Pening, Gunung Ungaran, Telomoyo, dan Merbabu. selain itu kita juga bisa merasakan sensasi tersendiri menjadi penumpang sebuah lokomotif klasik yang masih bertenaga uap.

Aktifitas: 

- Perjalanan wisata kereta uap bergerigi, Stasiun Ambarawa - Bedono [PP 18 km]    
- Perjalanan wisata kereta diesel, Stasiun Ambarawa - Tuntang [PP 12 km]
- Sight - seeing: menikmati koleksi-koleksi kereta api peninggalan Belanda dan berbagai macam benda bersejarah lainnya.

Info lain: 

- Museum Kereta Api Ambarawa terletak di Jalan Stasiun No. 1, Ambarawa - Jawa Tengah
- Jam Operasional: hari Sabtu Dan Minggu mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB
    Tiket: Rp 10.000 s/d Rp 15.000

FotoPribadi




{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment