Museum RA Kartini

Diposkan oleh kaka dika on Sunday, February 3, 2013

Sejarah Singkat
R.A. Kartini sebagai perintis emansipasi wanita Indonesia. Untuk mengenang jasa, pengabdian, dan perjuangannya, maka pada tahun 1975 Pemerintah Daerah Tingkat II Jepara, atas usulan wakil rakyat dan bantuan dari Presiden Soeharto, telah didirikan museum pada tanggal 30 Maret 1975, pada masa pemerintahan Bupati Soewarno Djojomardowo, S.H. Diresmikan pada tanggal 21 April 1977 oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Jepara, Soedikto, S.H. tepat seabad peringatan R.A. Kartini (note: Kartini lahir pada tahun 1879, jadi peringatan seabad seharusnya jatuh pada tahun 1979) Museum Kartini merupakan museum lokal yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jepara.

Museum R.A.Kartini sendiri didirikan pada tanggal 30 Maret 1975 atas usulan wakil-wakil rakyat Jepara dan didukung bantuan dari mantan Presiden Soeharto, pada era Jepara dipimpin oleh Bupati Suwarno Djojo Mardowo, S.H. dan diresmikan pada tanggal 21 April 1977 tepat seabad peringatan R.A.Kartini oleh Bupati Jepara, Sudikto S.H. Museum ini didirikan sebagai penghargaan terhadap R.A.Kartini perintis emansipasi Wanita Indonesia.Dan saat ini dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di bawah Pemerintah Daerah kabupaten Jepara.
Museum ini selain menyajikan benda-benda peninggalan R.A. Kartini juga menyajikan benda-benda warisan budaya yang didapat di daerah Kabupaten Jepara.

Hari Kartini dirayakan setiap 21 April. Seminggu yang lalu tepat perayaan itu berlalu, tetapi “ajaran” Kartini akan hak pendidikan bagi setiap orang termasuk perempuan, tak pernah berlalu. Walau dilingkupi berbagai kontroversi di balik perayaan Hari Kartini, semangat Kartini yang sepatutnya diteruskan.

Jika Anda berkesempatan ke Jawa Tengah pada akhir pekan ini, mampirlah ke berbagai tempat yang mengangkat sosok Kartini. Tak sulit mencarinya, cukup berkunjung ke dua kabupaten di Jawa Tengah yaitu Jepara dan Rembang. Kartini lahir di Jepara. Ia kemudian menikah dengan Bupati Rembang dan menetap di Rembang sampai menghembuskan nafas terakhir di usia 25 tahun.

Koleksi
Museum Kartini merupakan tempat penyimpanan benda-benda peninggalan R.A. Kartini semasa hidupnya serta benda peninggalan kakaknya yaitu RMP Sosrokartono. Selain itu juga menyimpan benda-benda kuno hasil temuan di wilayah Kabupaten Jepara.

Penyajian ruang koleksi dibangi menjadi empat ruangan:
Ruang I
Badan K untuk koleksi peninggalan R.A. Kartini berupa benda-benda serta foto semasa masih hidup.
Ruang II
 Kaki K atas berisi benda-benda peninggalan RMP Sosrokartono.
Ruang III
Kaki K bawah untuk penyajian (1) benda-benda yang bernilai sejarah dan purbakala yang ditemukan di wilayah Jepara, antara lain arkeologi, keramik, dll. (2) hasil kerajinan Jepara yang terkenal, antara lain ukir-ukiran, batik troso, keramik, anyaman bambu, dan rotan.
Ruang IV
Gedung T berisi tulang ikan raksasa ‘Joko Tuwo’ yang panjangnya kurang lebih 16 meter, yang ditemukan di perairan Kepulauan Karimunjawa pada pertengahan bulan April 1989.

Bangunan Museum
Bangunan Museum merupakan bangunan baru dan lokasinya dekat Pendopo Kabupaten, dengan harapan akan lebih menarik masyarakat.
Luas bangunan museum 890 meter persegi, berdiri di atas tanah seluas 5.210 meter persegi. Bangunan tersebut terdiri dari tiga gedung:
  •     Gedung K, seluas 590 meter persegi
  •     Gedung T, seluas 130 meter persegi
  •     Gedung N, seluas 190 meter persegi
Gedung N sekarang difungsikan sebagai tempat kegiatan seni.

Biaya Masuk
Buka setiap hari mulai pk 08.00 sampai dengan 16.00. Harga tiket masuk : Anak Rp. 1.500 untuk hari Senin-Jumat; Sabtu, Minggu dan hari libur Rp. 2.000. Dewasa Rp. 2.000 untuk hari Senin-Jumat dan Rp. 3.000 pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur.

Foto Galeri:




{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment