Dendeng, Oleh-oleh Khas Aceh

Diposkan oleh kaka dika on Thursday, March 28, 2013


Terbuat dari daging sapi atau rusa, makanan itu tahan lama sampai tiga bulan. Dendeng Aceh, paling dicari sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang oleh para pelancong.

"Dendeng Aceh yang paling banyak laku," kata Mirna, penjual makanan oleh-oleh Aceh di Banda Aceh, pekan lalu. Tokonya "Dendeng Aceh Gunung Selawah" selain menjual dendeng, juga menjual makanan khas Aceh lain seperti ikan kayu, kerupuk mulieng dan aneka keripik.

Setiap kali kita jalan-jalan, tentu salah satu yang harus dipikirkan adalah membeli oleh-oleh atau buah tangan untuk keluarga tercinta di rumah. Nah, salah satu yang bisa Anda coba ketika jalan-jalan ke Nangroe Aceh Darussalam adalah Dendeng Aceh. Yang namanya dendeng, ya terbuat dari daging dong ya. Tapi, tiap-tiap daerah pasti punya cita ras khas dendeng masing-masing.

Dendeng Aceh ini bisa mudah kita jumpai di Kota Banda Aceh, seperti di  Jalan Tgk. Cik Ditiro Simpang Surabaya, Kota Banda Aceh. Atau bisa juga di Jalan Diponegoro dan Jalan Ratu Safiatudin, Banda Aceh. Soal harga, nggak terlalu mahal kok. Cocok buat kantung kita-kita pastinya. Tinggal minta antar saja sama tukang becak motor atau naik Labi-Labi, sejenis mikrolet di Jakarta.

Dendeng Aceh, dibuat dari daging sapi atau dari ikan yang masih segar lalu diolah dengan tambahan rempah dan bumbu tradisional dan dikemas dalam kotak dengan masing – masing beratnya rata-rata 500 gram (setengah kilo). Jika kita hendak mengkonsumsinya, kita harus menggorengnya terlebih dahulu dengan minyak goring setengah panas. Minyak goring ini fungsinya agar aroma dan rasa Dendeng Aceh tidak hilang.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment