Pantai Sulawesi Utara

Diposkan oleh vera Dika on Sunday, November 25, 2012

A. Pantai Melayang


Pantai melayang ini terletak di ujung kota manado Sulawesi Utara, pantai yang paling dekat dengan kota manado sekitar 4 kilometer, dikarnakan pantai malayang ini dekat dengan kota sehingga pantai ini selalu pada saat liburan, Kondisi pantainya dipenuhi batu-batu hitam seperti batu-batu kali (sungai) yang terdapat di sepanjang pantai. Deburan ombaknya yang relatif tenang, sangat cocok untuk tempat bersantai bersama keluarga. Bagi pecinta diving atau menyelam, harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyewa perahu untuk menuju ke lokasi diving atau taman laut. Di pantai ini terdapat tempat yang menyewakan peralatan menyelam.

Yang tidak kalah menarik di pantai ini adalah barisan warung - warung atau stan penjual makanan yang berjejer di tepi pantai membuat pantai ini sebagai tempat wisata kuliner warga Manado selain sebagai wisata pantai itu sendiri. Karena kesadaran warga setempat dan keseriusan pemerintah kecamatan Malalayang, stan-stan kuliner disini berjejer rapi dan seragam.

Lokasi ini sekarang dinamai "Lokasi Pedagang Lapangan Kreatif" ada juga Kuliner yang paling diminati di pantai ini adalah pisang goreng. Makanan rakyat yang biasa disingkat pisgor ini memang paling laris diantara makanan lainnya. Sambil menyaksikan pemandangan matahari terbenam atau sunset, pengunjung biasanya menikmatinya lezatnya pisang goreng tersebut. Bagi orang Manado sendiri, makan pisang goreng tidak lengkap rasanya tanpa ditemani dengan dabu-dabu, sambal khas Manado.

Galeri Foto:


B. Pantai likupang


Pantai likupang terletak di 48 Km dari  Kota menado, tepatnya di Kecamatan Likupang ,Kabupaten Bitung Paling Utara Sulawesi Utara. Selain itu masih banyak kepantai lainnya di Likupang yaitu  Balubu, Lihaga, Masabora, Sahaung dan Pulisang. Anda dapat menggunakan kendaraan umum dari Terminal 2 di Manado. Terutama jika Anda menggunakan jasa perjalanan, pantai ini akan lebih mudah diakses. Pemerintah manado sudah mengembangkan pantai ini menjadi tujuan wisata yang sangat mempesona di sulawesi utara. Ombaknya yang tenang dan hamparan pasir putih halus memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun dalam negeri.
Fasilitas yang bisa Sobat temukan di pantai likupang antara lainberupa fasilitas penginapan/hotel bintang empat, resort paradise yang berdiri tegak di tepi pantai.

Galeri Foto:


C. Pantai Boulevard Manado


Pantai yang berada di Manado ini memang merupakan pantai yang favorit karena biasanya pada sore hari orang duduk-duduk di pinggir pantai untuk menikmati suasana senja dan menyaksikan sunset yang menawan sambil bersenda gurau.
Menikmati suasana senja di Pantai Boulevard memang merupakan kesenangan tersendiri.

Apalagi ketika Sobat melihat indahnya langit yang berwarna-warni dan juga pemandangan alam tersebut. Pasti Anda betah untuk duduk berlama-lama disana. Menyaksikan semburat senja di Pantai Boulevard memang merupakan hal yang menyenangkan. Tapi sebaiknya, jika Anda ingin menyaksikannya di akhir pekan, Anda harus datang agak lebih sore, karena biasanya kemacetan di sekitar jalan Pierre Tendean tidak terelakkan pada hari Sabtu dan Minggu. Hal itu biasanya terjadi karena hampir sebagian besar orang Manado ingin menghabiskan waktu di kawasan Boulevard.

Geleri Foto:



D. Pantai Firdaus


Pantai Firdaus terletak sekitar 15km , memiliki kawasan wisata pantai dengan adanya pondok-pondok serta fasilitas alat rekreasi pantai seperti selancar angin dan speed boat. Lokasi ini juga berada pada kawasan obyek wisata Batu Nona.

Galeri Foto:


D. Pantai Lopana


Lopana adalah sebuah desa yang terletak di salah satu ujung Selatan Minahasa. Lokasi ini memang belum begitu banyak dikenal. Ia mungkin masih baru dikenal oleh penduduk lokal. Belum menasional apalagi mendunia. Tapi, desa yang belum cukup terkenal ini ternyata menyimpan potensi wisata alam yang beragam, memesona, dan layak mendapat perhatian lebih oleh para pencinta wisata alam, dan tentu juga perhatian pemerintah sendiri. Menjual potensi wisata Lopana, ibarat menjual mutiara yang masih terbungkus rumput ilalang. Perlu waktu dan proses yang panjang.

penduduk setempat adalah sebagai nelayan dan petani, maka tak mengherankan apabila terlihat perahu-perahu nelayan berjejer rapih di belakang perumahan penduduk, yang siap ditarik setiap saat untuk melaut, karena jarak antara halaman belakang rumah penduduk dan pinggir pantai sangatlah dekat. Sebagian memarkir perahu ikan mereka tepat di bibir pantai, menambah indah pemandangan pantai tentunya.

Galeri Foto:


E. Pantai Kasuari


Pantai Kasuari, pantai pasir hitam ini menjadi primadona warga Sulawesi Utara. Saat hari libur tiba, pantai ini menjadi tujuan utama rekreasi keluarga.
Keanekaragaman alam yang dimiliki Kota Bitung, Sulawesi Utara memang masih banyak yang belum tersentuh. Salah satunya adalah Pantai Kasuari yang belakangan ini menjadi primadona wisata di Sumatera Utara.

Berada di Pantai Kasuari, membuat tubuh ini merasa tak sabar untuk segera menceburkan diri ke dalamnya. Suasana sejuk dari hutan yang menghiasi sekeliling pantai membuat saya betah berlama-lama di pantai ini.

Galeri Foto:


F. Pantai Bunaken


Banyak penerbangan yang menuju kesana dari Jakarta, seperti dengan Garuda Indonesia, Lion Air dan Batavia Air. Harga tiketnya bervariasi, mulai dari 1.3 juta sampai dengan 2 juta untuk pulang pergi, tergantung dengan waktu keberangkatan dan promosi dari penerbangan yang bersangkutan. Menyelam memang merupakan cara terbaik bila Anda ingin secara utuh dan jelas menikmati keindahan panorama bawah laut Bunaken. Tersedia 23 tempat snorkeling atau penyelaman. Tak usah repot-repot bawa alat menyelam sendiri karena di sana disewakan alat-alat dengan harga berkisar Rp 100 ribu per hari.

Terdapat sekitar 91 jenis ikan di perairan Taman Nasional Bunaken, diantaranya Ikan Badut (Clown Fish), ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain Sumber.

Galeri Foto:


Galeri Foto: Google.com

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment