Keistimewaan Museum Sang Nila Untam Di Pekanbaru

Diposkan oleh kaka dika on Saturday, December 29, 2012


Banyaknya benda budaya maupun sumber daya alam di Riau mendorong pemerintah daerah Provinsi ini untuk menganggarkan pengumpulan benda-benda tersebut secara bertahap sejak tahun anggaran 1977/1978. Pembangunan gedung museum sendiri baru dimulai pada tahun anggaran 1984/1985 dan peresmiannya dilaksanakan pada 9 Juli 1994 oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Edi Sedyawati. Nama “Sang Nila Utama” berasal dari nama seorang raja Bintan yang berkuasa sekitar abad ke-13 Masehi di Pulau Bintan.

Setelah ditetapkannya Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, pengelolaan museum ini diserahkan kepada Pemerintah Daerah, di bawah Dinas Kebudayaan, Kesenian, dan Pariwisata Provinsi Riau. Koleksi museum ini berjumlah 4.298 buah, berupa koleksi geologi, biologi, etnografi, arkeologi, sejarah, numismatik/heraldik, filologi, keramik, dan seni rupa.
A. Selayang Pandang
Museum ini merupakan tempat penyimpanan bebagai koleksi benda-benda seii dan budaya seperti dapt, gaun penganti, permain rakyat seperti gasing alalat-alat musik dari berbagai daerah yang ada diriau dan benda-benda besejarah di provinsi Riau. Tidak jauh dari museum ini terdapat satu bangunan khas dengan arsitektur melayu yang kental yaitu Gedung Taman Budaya Riau, sebagai pusat tempat untuk pegeleran berbagai kegiatan budaya dan seni melayu Riau, dan kegiatan lainya.

B. Keistimewaan
Para pengunjung dapat milihat berbagai peniggalan benda-benda seni, budaya dan sejarah berbagai daerah yang terdapat di Provinsi Riau.

C.Lokasi
Jl. Jenderal Sudirman No. 194
Tangkerang Selatan, Pekanbaru  28282
Telp.     :  (0761)  33466
Faks.    : (0761) 40195

D. Akses

Museum ini dapat dicapai sekitar 40 menit dari bendara kota pekanbaru yang baru.

E. Akomodasi
Terdapat  Bantak Hotel penginapan seperti Ibis, Pangeran dan lainya .




{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment