Pulau Lampung

Diposkan oleh vera Dika on Monday, December 10, 2012

A. Pulau Anak Krakatau


Pulau Anak Krakatau adalah sebuah pulau volkanik kecil, yang muncul di antara Pulau Sertung (Verlaten Eiland) dan Pulau Rakata Kecil (Lang Eiland) pada tahun 1928, di tempat yang dulunya adalah pantai dengan kedalaman 27 m. Pulau ini adalah pulau termuda di Indonesia.

Pada tahun 1929, pulau kecil ini menghilang lagi, tetapi kemudian muncul kembali bersamaan dengan letusan-letusan pada tahun 1930, dan setelah letusan-letusan hebat dalam Februari 1933 muncul dengan ukuran lebih besar. Pada tahun 1935, pulau ini bentuknya hampir bundar, dengan diameter sekitar 1200 m, ketinggian 63 m dan pada tahun 1940 tingginya 125 m. Pada tahun 1955 pulau ini bertambah ketinggiannya menjadi 155 m dari permukaan laut. Pada tahun 1959 pulau ini meledak kembali dan mengeluarkan asap hitam tebal sampai setinggi 600 m.
Pemandangan indah luar biasa Anak Krakatau ini siap menyambut kedatangan Anda. Meski kecil, gunung yang satu ini masih tetap bertambah besar. Selain itu, anak gunung ini sewaktu - waktu bisa "nakal" dan memuntahkan lahar panasnya. Ya, karena anak gunung ini masih aktif. Bahkan, setiap tahunnya ia bisa bertambah tinggi sekitar 20 kaki dan lebar sekitar 40 kaki.

Puas menikmati pamandangan dan berfoto - foto dengan latar belakang Anak Krakatau ini, maka perjalanan siap dilanjutkan ke Pulau Rakata. Perjalanan ke Pulau Rakata memerlukan waktu kurang lebih 10 menit menggunakan speed boat. Di Pulau Rakata, Ada dapat melakukan aktivitas snorkeling. Turun dari speed boat lengkap dengan alat snorkeling dan pelampung, wisatawan akan didampingi oleh pemandu.

Takjub dan pesona, itulah yang akan Anda katakan saat tiba di Pulau Rakata. Dasar laut Pulau Rakata terlihat sangat jelas. Air laut nan biru dan jernih ini menampilkan terumbu karang beserta ikan - ikan penghuninya yang begitu cantik. Wisatawan, juga akan akan merasa berada di akuarium raksasa dengan keindahan tiada tara.

Galeri Foto
2. Pulau Pasaran 

Pulau Pasaran adalah sebuah pulau di Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia. Jaraknya 1 km dari Bandar Lampung. Di sana terdapat pusat pembuatan ikan asin.
Pulau pasaran salah satu pulau di tengah Kota Bandar Lampung,mata pencaharian masyarakat di wilayah ini nelayan,hasil tangkapan nya di olah menjadi ikan asin yang akan di kirim ke luar daerh Bandar Lampung.

Galeri Foto
3. Pulau Legundi


Desa Pulau Legundi terletak di perairan teluk Lampung. Desa yang dihuni sekitar 1998 jiwa terdiri dari  5 pedukuhan yang tersebar di pulau-pulau kecil di kecamatan Punduh Pedada kabupaten Pesawaran Lampung. Pulau Legundi memiliki potensi wisata yang besar diantaranya hamparan pasir putih nan bersih di sepanjang pantai bagian barat. Di Legundi juga kita bisa menikmati atraksi lumba-lumba liar di Selat Legundi dan eksotisme terumbu karang serta aktivitas memancing ikan tuna.
Sayangnya, keindahan desa yang memiliki luas 2500 Ha (1800 Ha ddaratana dan 700 Ha lautan) ini belum memiliki sarana prasarana pendukung wisata yang memadai seperti  restoran, penginapan, souvenir, dan terlebih transportasi yang memadai.

Galeri Foto
3. Pulau Sebesi


Pulau Sebesi adalah tempat yang cocok untuk mengamati aktifitas gunung Anak Krakatau. Pulau Sebesi dengan luas 1600 Ha adalah Pulau yang terdekat dangan anak Krakatau . Pulau ini juga dikenal sebagai tempat Wisata buru, dengan fasilitas yang telah tersedia ; Pesanggrahan dan cottage.

Pulau Sebuku terletak diantara Pulau Sebesi dan Canti. Sebuku Lunik dengan pantai yang bersih dan landai sangat cocok untuk berenang atau sekedar santai menikmati panorama laut.

Transportasi menuju Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku menggunakan kapal motor reguler dari Dermaga Canti dengan waktu tempuh 1,5 jam.


Galeri Foto
4. Pulau Batu

Pulau Batu Mandi merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Arwah yang terdiri dari sembilan pulau-pulau kecil. Pulau ini berupa batu hitam yang tidak terlalu tinggi yang diatasnya didirikan bangunan rumah untuk tempat berjaga. Kondisi perairan Pulau Batumandi juga termasuk jernih dengan ombak yang sedang. Hal ini karena angin yang bertiup kencang dari Barat tidak ada penghalang sampai ke pulau ini. Arus di daerah perairan pulau ini berasal dari selat malakayang bergerak ke arah Timur tanpa pembelokkan yang berarti, dengan kecepatan arus sekitar 0,69 m/detik. Kedalaman pantainya berada pada kisaran 11-37 meter. Pulau ini tidak berpenghuni dan tidak layak untuk ditempati.

Terumbu Karang Pulau Batumandi memiliki berbagai jenis terumbu karang dengan presentase penutupan yang rendah yaitu sekitar 29,34%. Jenis terumbu karang yang dominan berupa karang keras (Hard Coral) yaitu sebanyak 57,2%,jenis lainnya yaitu karang mati (Dead Coral) 22,3% dan Karang lunak (Soft Coral) 31,5%. Perikanan Perairan Pulau Batumandi memiliki kekayaan hayati yang melimpah antara lain ikan hias, tuna, tenggiri, cakalang, kembung, kerapu, kakap dan teri.

Pulau Batu Mandi dan Pulau Jemur serta pulau di sekitarnya mempunyai pemandangan yang indah dan masih alami dengan pantai berpasir putih dan laut yang biru dan merupakan cagar satwa langka dan tempat penangkaran penyu.

Galeri Foto
5. Pulau Umang-umang


Setelah makan siang kira-kira pukul 13.00 wib cuaca mulai cerah, kami menuju Pulau Umang-umang jaraknya bersebelahan dengan pulau sebesi ditempuh sekitar 15 menit dan ketika semakin dekat dengan pulau, pemandangan laut yang sangat luar biasa terlihat. Air laut yang transparan berwarna hijau tosca membentang diatas terumbu karang yang masih “perawan” dan batu karang hitam yg cantik. Pulau ini mempunyai keunikan, karena mempunya 2 sisi tekstur berbeda yaitu tekstur pasir kasar dan pasir lembut disisi lainnya. Berfoto menjadi menu wajib menyalurkan bakat narsis di pulau secantik ini sambil menikmati segarnya kelapa muda yang kami bawa dari pulau sebesi.

Galeri Foto


Sumber:
wikipedia.org
suarakomunitas.net
belantaraindonesia.org

{ 1 komentar... read them below or add one }

Post a Comment