Pemandian Lubuk Minturun

Diposkan oleh kaka dika on Saturday, March 23, 2013


Berwisata ke tempat pemandian alam bisa menjadi salah satu pilihan wisata, ketika anda mengunjungi kota Padang, Sumatera Barat. Di kota ini setidaknya ada 3 pemandian alam yang bisa anda kunjungi. Salah satunya pemandian Sungai Lubuk Minturun, di Koto Tengah, Padang. Letaknya tak jauh dari kota Padang, hanya berjarak sekitar 10 kilometer. Udara di tempat wisata ini sangat menyegarkan, dan agak berbeda dengan udara kota Padang yang panas, sehingga sangatlah menyenangkan jika berwisata ke pemandian alam ini.


Untuk menuju pemandian alam Sungai Lubuk Minturun, dari kota Padang anda bisa menempuh perjalanan menggunakan mobil atau motor selama kurang lebih 30 Menit. Anda pun bisa menggunakan kendaraan umum jurusan Tabik-Lubuk Minturun.

Tempat pemandian hasil bentukan alam yang berada di aliran batang Kandis ini telah dinikmati sejak zaman meneer dan none Belanda. Sebuah prasasti dari semen terpasang di tepi pemandian Lubukminturun yang terletak Kecamatan Koto Tangah. Di dalam prasasti itu terdapat tulisan termakan usia dan lumut. Jika diperhatikan tulisan yang terdiri atas tiga baris, terlihat ukiran tulisan latin ‘Diboeka 8-4-1883’, pada baris pertama, ‘oleh’ pada baris kedua, baris ketiga ‘penghoeloe…’ dan barisan keempat ‘Achin……….’.
Prasasti sederhana ini mungkin sering luput dari pengunjung-pengunjung sebelumnya. Dari pengakuan masyarakat sekitar, memang benar kalau tempat ini telah digunakan oleh orang-orang Belanda yang pernah menikmati dan mengeksplorasi bangsa ini. Air jernih, tapi tidak deras. Bagi yang datang dengan keluarga, sebaiknya perhatikan tempat dimana anak-anak anda berenang atau berendam. Ada kalanya mereka larut dengan kesejukan aliran air, hingga lupa telah berada di zona pemandian yang dalam. Bukannya menakut-nakuti, tapi dimana pun kita berwisata waspada tidak boleh dilupakan.


Untuk angkutan umum, anda cukup mengeluarkan uang sebesar Rp.3000. Selama perjalanan memasuki kawasan wisata ini, anda akan melihat pemandangan bunga yang berwarna-warni. Maklum saja, penduduk yang tinggal di sekitar kawasan wisata ini memang berprofesi sebagai penjual bunga dan bibit tanaman lain, sehingga selepas berwisata, anda pun bisa membeli bunga dan tanaman tersebut sebagai oleh-oleh. Untuk memasuki Pemandian Sungai Lubuk Minturun, anda diharuskan membayar tiket masuk sekitar Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

Pemandian yang airnya bersumber dari Bukit Barisan ini menjadi saksi bisu pemerintah Belanda di Ranah Minang. Konon pada masa pemerintahan Belanda, pemandian alam ini menjadi tempat none-none Belanda mandi. Dulu, Sungai Lubuk Minturun ini juga pernah dipakai orang- orang "Kaliang" atau orang India sebagai lokasi pemandian dalam melaksanakan ritual seperti ritual mandi di Sungai Gangga. Selain itu, tiap tahunnya Sungai Labuk Minturun juga ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan, karena kawasan wisata ini dijadikan lokasi tradisi mandi Balimau, yakni tradisi masyarakat Minang menjelang bulan Ramadhan.

Foto Lainya:

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment