Obyek Wisata di Pulau Rupat

Diposkan oleh kaka dika on Tuesday, April 9, 2013

Pulau Rupat terletak di Objek wisata di Pulau Rupat itu berada di Kecamatan Rupat Utara yang menawarkan garis pantai dengan pasir putih sepanjang 17 kilometer. Pulau Rupat, adalah gugus pulau yang ujung utaranya berada persis di bibir Selat Malaka. Kawasan seluas 10.852,77 kilometer persegi itu, berada di ujung barat daya Bengkalis, ibu kota Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Sebagai orang Riau atau yang merasa bagian dari Negeri Melayu ini, kita harus tahu bahwa Pulau yang berhadapan dengan Malaysia ini bukan hanya milik kita. Karena, setiap tahun, sekitar 10.000 raptor (burung pemangsa) per hari, mendatangi pulau seluas 1.500 kilometer persegi tersebut. Para raptor itu menjadikan pulau ini sebagai tempat singgah sementara (transit) setelah terbang dari negara-negara di bagian Asia Timur.

Siapa yang meragukan keindahan Pulau Rupat? Orang yang belum pernah berkunjung ke sana pun pasti percaya akan pesona pulau berpasir putih itu. Namun berapa banyak orang yang tahu bahwa pulau yang berada di seberang Kota Dumai ini dapat berperan sebagai penyelamat dunia atau sebagai awal dari kerusakan dunia?

Pulau Rupat terletak di Kabupaten Bengkalis, Riau ini menjadi salah satu master plan pariwisata Indonesia sejak tahun 2010. Walau telah mendapatkan posisi terhormat tersebut, pulau bergambut ini tak lantas aman dari segala ancaman. Pulau Rupat Sangat Penting Bagi Dunia

Sebagai orang Riau atau yang merasa bagian dari Negeri Melayu ini, kita harus tahu bahwa Pulau yang berhadapan dengan Malaysia ini bukan hanya milik kita. Karena, setiap tahun, sekitar 10.000 raptor (burung pemangsa) per hari, mendatangi pulau seluas 1.500 kilometer persegi tersebut. Para raptor itu menjadikan pulau ini sebagai tempat singgah sementara (transit) setelah terbang dari negara-negara di bagian Asia Timur.

Pulau Rupat Tempat Singgah Elang (Pantai Tjg. Medang Rupat Utara)

- Pulau Rupat
- Tempat Singgah Elang
- (Pantai Tjg. Medang Rupat Utara)
- Berdasarkan pantauan Non-Government Organization (NGO) Raptor Indonesia (RAIN) di Pulau - -  Rupat terlihat 19 spesies dari 56 jenis spesies raptor yang terdiri dari elang dan alap-alap di Asia yang berimigrasi. Dari Pulau Rupat para raptor tersebut melanjutkan perjalanan memasuki Indonesia menuju daerah-daerah panas, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Kalimantan.

Imigrasi besar-besar tersebut terjadi pada bulan September hingga November setiap tahunnya. Hal itu untuk menghindari musim dingin di negara asalnya, Asia Timur, seperti China, Jepang dan Siberia. Raptor terkenal sebagai hewan yang membutuhkan kondisi thermal (panas) untuk dapat terbang tinggi dan gesit. Oleh karena itu, mereka sangat menghindari musim dingin.


Hewan yang menduduki peringkat atas rantai makanan ini menjadikan Pulau Rupat sebagai salah satu pintu masuk ke Indonesia untuk mencari tempat tinggal sementara (wintering area). Hal itu terjadi hingga musim semi datang, sekitar bulan Februari-Maret. Pada saat itu mereka akan kembali ke negara asalnya. Namun beberapa spesies dari raptor tersebut kemudian memilih untuk menetap dan menjadi hewan endemik di beberapa pulau di Indonesia.
Burung pemangsa ini juga memiliki sifat sangat hemat dalam penggunaan energi ketika terbang. Karenanya raptor mencari pulau-pulau dengan jarak yang dekat dalam lintasan imigrasinya. Pulau Rupat memenuhi semua syarat itu. Kedekatan pulau ini dengan perairan laut dan Tanjung Tuan (Malaysia) menjadikannya ideal bagi tempat transit sebelum masuk ke kawasan Indonesia lebih jauh.

Pulau Rupat menjadi bagian penting dari koridor imigrasi raptor yang disebut dengan eastern island corridor (koridor pulau-pulau pasifik). Beberapa jenis elang dan alap-alap yang menggunakan jalur ini antara lain:

    1. Baza Hitam (Aviceda leuphotes),
    2. Elang Hitam (Ictinaetus malayensis Temminck),
    3. Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhynchus),
    4. Elang Alap Nipon (Accipiter gularis),
    5. Elang Alap China (Accipiter soloensis),
    6. Elang Kelabu (Butastur indicus),
    7. Elang Alap Petalabu (Accipiter poliocephalus),
    8. Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus leucogaster),
    9. Elang Ular Bido (Spilornis cheela),
    10.Elang Bondol (Haliastur indus)
    Alap-alap Kawah (Falco peregrinus) dan lain-lain.


tapi sayangnya infrastruktur daerah ini masih belum memadai transfortasi seadanya , yang umumnya pakai sepeda motor , penginapan belum memadai , penerangan gak ada , serba minim , gak ada niat serius dari pemerintah untuk mengelola pantai dan rupat umumnya membuat daerah ini tertinggal dari daerah lainnya , padahal kalau pemerintah serius menggarap potensi wisata pantai ini , kemungkinan akan menjadi pendapatan asli daerah dan membantu menarik wisatawan mancanegara dan turis lokal, apalagi pantainya yang terletak di selat melaka yang berhadapan langsung dengan malaysia dan singapura akan menjadi daya tarik besar di tambah pesona alam yang khas dan masih alami, membuat pantai ini layak untuk dikunjungi.

pantai rupat yang di gembor-gemborkan lebih indah dari pantai bali ini akan percuma jika belum ada tindakan nyata dari phak terkait .

sudah saatnya pemerintah buka mata , potensi yang besar jangan sampai diambil alih oleh pihak asing .

{ 2 komentar... read them below or add one }

Post a Comment